Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Anak Kebanggaan" karya A. A Navis
Judul : Anak Kebanggaan
Pengarang : A.A. Navis
Sinopsis :
Cerpen ini ditulis oleh Ali Akbar
Navis dan dibukukan dalam kumpulan cerpen yang berjudul Robohnya Surau
Kami. Cerpen yang berjudul Anak Kebanggaan bercerita tentang seorang ayah
yang sering dipanggil Ompi dan memiliki seorang anak yang selalu
dibangga-banggakan olehnya. Mulanya anak itu bernama Edward seperti raja
Inggris, tetapi karena raja itu turun tahta karena permpuan, ia akhirnya
mengganti namanya menjadi Ismail, sesuai dengan raja Mesir yang pertama. Namun
ketika tersiar pula kabar, bahwa ada seorang Ismail tertangkap karena maling
dan membunuh, Ompi naik pitam karena nama anakya merasa tercemar. Hingga pada
akhirnya anaknya berganti nama menjadi Indra Budiman. Indra Budiman pergi ke
Jakarta untuk melanjutkan studi SMA disana. Semenjak itu, Ompi yakin anaknya
akan menjadi seorang dokter. Dan benarlah, setiap semester Indra Budiman
mengirim rapor dengan nilai-nilai yang baik. Ketika Ompi membaca surat anaknya
yang memberitahukan kemajuannya, Ompi berlinang air mata. Ompi akan melakukan
dan membayar sebanyak apa pun agar sang anak menjadi dokter. Semenjak itu, Ompi
tidak sabar menunggu anaknya menjadi dokter.
Semua orang tahu itu adalah
cita-cita Ompi yang hanya akan menjadi mimpi. Karena sebenarnya Indra Budiman selama ini
berbohong kepada Ompi. Ompi tidak percaya dengan omongan orang-orang tentang
anaknya. Ia terus mengirim banyak uang tanpa memikirkan akibatnya hanya untuk
menentang omongan orang tentang anaknya.Orang-orang menjadi kasihan kepada
Ompi. Suatu ketika, perasaan bangga Ompi berubah jadi rasa gelisah. Ompi
gelisah karena surat-surat yang ia kirimkan kepada anaknnya, tidak ada satupun
yang dibalas. Sudah beberapa bulan Ompi menunggu surat balasan dari Indra
budiman tapi tak datang juga. Ompi putus asa. Saat itu juga Pak Pos datang
membawa tumpukan surat Ompi yang dikembalikan. Ompi jatuh sakit. Hingga pada suatu
hari, Pak Pos datang mengirimkan surat yang berisi kabar bahwa Indra Budiman
sudah meninggal. Ompi tidak sanggup membaca dan mendengar isi surat itu karena
ia tidak mau mati lemas karena bahagia mendapat surat dari anaknya.
Cerpen yang berjudul Anak Kebanggaan memiliki
daya pikat tersendiri, karena menyajikan sebuah cerita realitas sosial hubungan
antara orang tua dan anak, perbedaan pergaulan anak di Jakarta dengan di desa,
dan cermin kehidupan masyarakat desa yang begitu dekat, hingga sedikit saja diketahui
masalah, dengan cepat semua akan tahu. Setelah membaca cerpen ini, diketahui
bahwa pupusnnya sebuah harapan yang digantungkan kepada ankannya sendiri untuk
melihat anak kebanggannya menjadi dokter. Hal tersebut terjadi lantaran ulah
anak itu sendiri yang tidak tahu berterimaskasih dan tidak tahu cara membalas
budi baik yang telah di berikan oleh orang tuannya. Sang anak diketahui hidup
dan terjerumus dalam pergaulan yang negatif, ketika ia memutuskan untuk
melanjutkan kehidupan dan sekolah di Jakarta. Pemilihan perspektif latar sosial
didasarkan pada isi cerpen yang berkutat dengan kehidupan sosial yang dialami
oleh tokoh dalam cerita tersebut. Latar sosial pada cerpen tersebut adalah di
desa tempat tinggal Ompi dan di Jakarta tempat merantaunya anak Ompi, yaitu
Indra Budiman untuk melanjutkan studi SMA. Lewat ke dua latar tersebut,
munculah beberapa interaksi sosial yang membedakan antra keidupan di desa dan
kehidupan di kota.
Alur cerita yang dikemas dalam isi cerpen ini
menceritakan sebuah kehidupan yang sering kita ketahui dan kita alami dalam
kehidupan sehari-hari hingga saat ini, ceritannya ditulis secara runtut dengan
berbagai macam konflik yang menarik untuk dicermati dan menggunakan bahasa
ringan serta lugas sehingga mudah memaknainnya. Cerpen ini juga menyajikan
nilai-nilai yang patut untuk dicontoh dalam kehidupan sehari-hari seperti
dilarang berbohong kepada orang tua seperti Indra Budiman dan jangan bersikap
sombong seperti Ompi. Secara keseluruhan cerpen ini sangat layak dibaca karena
banyak menyajikan nilai-nilai sosial yang terkandung untuk para pembaca. Selain
itu menurut saya cerpen ini sangat berkesinambungan dengan kehidupan saat ini
antara perbedaan kehidupan di kota dan di desa. Mungkin penulis mengambil
perbedaan tersebut sebagai salah satu faktor penyebab ditulisnya cerpen yang
berjudul Anak Kebanggaan.
Komentar
Posting Komentar