Postingan

Jurnal Membaca : Resensi Kumpulan Cerpen "Perempuan yang Patah Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi" Karya Eka Kurniawan

Judul               : Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi Karya              : Eka Kurniawan Genre              : Cerpen Resensi            :             Bagi orang-orang yang telah biasa membaca karya milik Eka ini pastinya sudah tidak heran lagi dengan aksi “nyleneh” nya saat dia menuliskan kalimat demi kalimat dalam karyanya. Dalam kumpulan cerpen ini dibuka dengan cerpen yang berjudul Gerimis yang Sederhana dengan alur penceritaan yang lambat dan memiliki latar belakang sejarah saat orde lama hendak runtuh (latar belakang ini juga sering diangkat olehnya saat menciptakan sebuah karya). Menceritakan tentang pertemuan Mei dan Effendy yang ditenga...

Jurnal Membaca : Resensi Naskah Drama "Sobrat" Karya Arthur S. Nalan

Judul                : Sobrat Karya              : Arthur S. Nalan Genre               : Drama Resensi             :             Sebelum membahas tentang isi dari drama ada baiknya kita menelaah siapa penciptanya dahulu. Drama sobrat diciptakan oleh Arthur S. Nalan, beliau lahir di Majalengka pada tanggal 21 Februari 1959. Menyelesaikan pendidikan sebagai sarjana muda di jurusan teater di ASTI (sekarang menjadi sekolah seni Indonesia), sarjana seni dari STSI Surakarta (1988) dan magister Humaniora dari UGM (1993) untuk bidang pengkajian seni pertunjukkan.             Sejak tahun 1984 ia kerap menulis naskah drama. Sudah bany...

Jurnal Membaca : Resensi Puisi "Pamflet Cinta" Karya W. S Rendra

Judul                : Pamflet Cinta Karya               : W. S Rendra Resensi             :             Tema dari puisi tersebut adalah kerinduan. Latar belakang puisi ini menggambarkan kita tentang rindu yang begitu dalam pada sosok Rendra. Seperti bait yang berbunyi “aku ingin kamu tetapi kamu tidak ada”.             Gaya bahasa pada bait pertama adalah menggunakan majas personifikasi. Bait kedua menggunakan majas paralelisme. Bait ketiga, keempat, kelima, keenam mengandung majas personifikasi. Walaupun menggunakan majas personifikasi di bait ketujuh juga terdapat majas repetisi di baris pertama sampai ketiga. Sedangkan pada bait kedelapan dan kesembilan mengandung majas hiperbola dan...

Jurnal Membaca : Resensi Puisi "Doa" Karya Chairil Anwar

Judul                : Doa Karya               : Chairil Anwar Resensi             :             Pada puisi yang berjudul “Doa” ini Chairil mengangkat sebuah tema ketuhanan, khususnya hubungan Tuhan dengan hambaNya. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan puisi Tuhanku / Dalam termangu / Aku masih menyebut namaMu. Latar belakang pembuatan puisi ini adalah diceritakan bahwa penyair tengah mengalami krisis iman, sehingga diksi yang digunakan pleh penyair dalam pmbuatan puisi yaitu menggambarkan perasaan yang ragu, bimbang, gundah, dan lemah.             Gaya bahasa yang digunakan pada puisi ini yaiut menggunakan majas metafora dan majas hiperbola. Majas metafora dapat terlihat pada bari yang ...

Jurnal Membaca : Resensi Puisi "Tuhan Kita Begitu Dekat" Karya Abdul Hadi W.M

Judul                : Tuhan Kita Begitu Dekat Karya               : Abdul Hadi W, M Resensi             :             Pada puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat” penyair mengangkat tema ketuhanan karena terdapat beberapa bait sang penyair mengatakan “Tuhan, Kita begitu dekat” sebanyak tiga kali pengulangan, hal ini menunjukkan bahwa antara penyair dan Tuhan telah terjalin komunikasi yang erat. Kita dapat merasakan dekat atau tidaknya dengan Tuhan adalah dengan selalu berbuat baik dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja, karena merasa dirinya selalu diawasi oleh Tuhan. Sikap penyair dalam puisi ini adalah penyair setuju bahwa jalan kerohanian menuju kembali kepada Tuhan berangkat dari ajaran tauhid islam. Sang penyair merasa deekat dengan Tuhan ka...

Jurnal Membaca : Resensi Puisi "Kepada Peminta-minta" Karya Chairil Anwar

Judul                : Kepada Peminta-minta Karya               : Chairil Anwar Resensi             :             Latar belakang puisi yang berjudul “Kepada Peminta-minta” Chairil menggambarkan bahwa ia merasa sangat kecewa dan marah kepada para pengemis dan ia ingin si pengemis mencari nafkah dengan cara yang lebih baik, sehingga penyair menggambarkan perasaannya melalui puisi ini. Tema puisi ini adalah keprihatinan dan ketidak setujuan. Disini tokoh aku menunjukkan ketidaksukaannya melihat pengemis mencari nafkah dengan cara meminta-minta, walaupun kehidupan sangat rumit namun tokoh aku berharap pengemis dapat mencari nafkah dengan cara yang baik. Perasaan yang dapat dirasakan yaitu penyair ingin pengemis tidak meminta-minta lafi dan mencari peke...

Jurnal Membaca : Resensi Puisi "Sajak Putih" Karya Chairil Anwar

Judul                : Sajak Putih Karya              : Chairil Anwar Resensi             :             Sajak putih adalah sebuah puisi karya Chairil Anwar yang sangat sarat akan nilai romantika. Ketulusan, kejujuran, dan keikhlasan seorang pujangga dalam romantika cinta tersirat jelas disini. Puisi ini juga menggambarkan ungkapan tulus perasaan penulis kepada kekasih yang sangat dipujanya pada pandangan pertama. Puisi ini juga merupakan salah satu puisi favorit saya karena penyajian bahasanya begitu memikat dan menarik untuk dibaca.             Tema yang diangkat pada puisi yang berjudul “Sajak Putih” adalah tema percintaan. Dalam puisi ini mengisahkan tentang seorang gadis yang sangat ...