Jurnal Membaca : Resensi Puisi "Kepada Peminta-minta" Karya Chairil Anwar


Judul               : Kepada Peminta-minta
Karya              : Chairil Anwar
Resensi            :
            Latar belakang puisi yang berjudul “Kepada Peminta-minta” Chairil menggambarkan bahwa ia merasa sangat kecewa dan marah kepada para pengemis dan ia ingin si pengemis mencari nafkah dengan cara yang lebih baik, sehingga penyair menggambarkan perasaannya melalui puisi ini. Tema puisi ini adalah keprihatinan dan ketidak setujuan. Disini tokoh aku menunjukkan ketidaksukaannya melihat pengemis mencari nafkah dengan cara meminta-minta, walaupun kehidupan sangat rumit namun tokoh aku berharap pengemis dapat mencari nafkah dengan cara yang baik. Perasaan yang dapat dirasakan yaitu penyair ingin pengemis tidak meminta-minta lafi dan mencari pekerjaan yang lebih baik.
            Pada puisi ini majas yang digunakan adalah majas hiperbola dan majas repetisi. Majas hiperbola terdapat pada kalimat yang berbunyi “Nanti darahku jadi beku”. Sedangkan majas repetisi terdapat pada baris 1 dan 18. Pemilihan kata pada puisi ini yaitu menggunakan bahasa yang lugas dan tegas sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca.
            Amanat yang terdapat pada puisi ini adalah ajak pnyair kepada pembaca agar tetap berusaha dalam mencari nafkah untuk dirinya sendiri serta keluarganya dan mencari pekerjaan yang lebih baik ketimbang untuk mengemis.nilai ekonomi yang terkandung dalam puisi ini adalah kita harus dapat mencari nafkah dan mendapat pekerjaan yang lebih baik. Nilai sosial yang terkndung adalah sebagai sesama umat manusia kita harus saling tolong menolong. Sedangkan untuk nilai pendidikan yang terkandung dalam puisi ini adalah sebagai seorang manusia kita harus bisa menjadi sumber manusia yang terpelajar agar dapat mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Si Montok" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Robohnya Surau Kami" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Anak Kebanggaan" karya A. A Navis