Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Si Montok" Karya A. A Navis


Judul               : Si Montok
Pengarang       : A.A. Navis
Sinopsis           :

Si montok menceritakan seorang janda beranak satu yang ditaksir tiga prajurit yang menginap di rumah ayah dan ibu Si Montok. Dari ketiga prajurit itu yang sedikit berhasil mendapatkan hati Si Montok adalah Dali. Ketika 3 prajurit sedang mengambil air dan membantu Si Montok membawa beban air perian dan kain cucian. Tentunya si Dali cerdik dan membawa beban yang paling berat yaitu Amir, anaknya si Montok. “Kalau Amir maukan Uda jadi ayahnya, tergantung pada udalah itu,” ucap Si Montok. “Katakan padanya ini zaman perang, jangan sampai ia dua kali kehilangan Ayah,” ucap Dali.
Si Dali menyesal pada ucapannya sendiri, sebab beberapa hari kemudian Si Montok dilamar oleh Kapten. Kemudian mereka menikah. Sekitar masa setahun sehabis perang dia menyukuri tidak menikahi Si Montok. Karena setelah perang usai seluruh tentera kembali ke kota. Juga Kapten yang pulang ke kota meninggalkan Si Montok yang sedang hamil. Pada suatu hari, Si Montok ke kota untuk menemui Kapten yang sudah naik pangkat menjadi mayor itu. Celakanya sampai di rumah Kapten ia bertemu dengan istri Kapten, yang tentunya naik pitam karena tahu anak yang dibawannya adalah anak suaminya. Istri Kapten pun mengambil pestol yang tergantung di dinding kamar tidur. Dan meluncurkan tembakannya ke lengan suaminya. Peluru bersarang di lengannya, kemudian lengannya diamputasi.
Cerita ini bagus, mengajari kita bahwa jangan terburu-buru dalam membuat keputusan. Seperti Si Montok yang terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah dengan Kapten tanpa berpikir apakah Kapten sudah memiliki istri atau belum, apakah kapten akan membawanya seusai perang atau tidak. Cerpen ini tanpa sadar juga mengajari kita untuk lebih baik setia kepada pasangan sejauh apa kaki melangkah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Robohnya Surau Kami" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Anak Kebanggaan" karya A. A Navis