Jurnal Membaca : Resensi Naskah Drama "Sobrat" Karya Arthur S. Nalan
Judul : Sobrat
Karya
: Arthur S. Nalan
Genre :
Drama
Resensi :
Sebelum membahas tentang isi dari
drama ada baiknya kita menelaah siapa penciptanya dahulu. Drama sobrat
diciptakan oleh Arthur S. Nalan, beliau lahir di Majalengka pada tanggal 21 Februari
1959. Menyelesaikan pendidikan sebagai sarjana muda di jurusan teater di ASTI (sekarang
menjadi sekolah seni Indonesia), sarjana seni dari STSI Surakarta (1988) dan
magister Humaniora dari UGM (1993) untuk bidang pengkajian seni pertunjukkan.
Sejak tahun 1984 ia kerap menulis
naskah drama. Sudah banyak naskah drama yang ia tulis bahkan sebagian besar naskah
tersebut pernah dipentaskan oleh berbagai grup teater. Bahkan tokoh teater W. S
Rendra bersama bengkel teaternya pernah mementaskan karya Arthur S. Nalan yang
berjudul Sobrat di Taman Ismail Marzuki pada tahun 2005 lalu.
Sobrat adalah naskah drama karyanya
pada tahun 2003 lalu dan dinobatkan sebagai pemenang pertama sayembara
penulisan naskah drama Dewan Kesenian Jakarta. Penghargaan lainnya yang pernah ia
peroleh antara lain lewat karyanya Jalan Perkawinan (Skenario Film) keluar
sebagai pemenang dan mendapat penghargaan dari Direktorat Film Budpar. Selain dikenal
sebagai seniman yang sangat peduli dengan perkembangan kegiatan festival seni,
Arthur juga sring ditunjuk sebagai juri lomba.
Sobrat menyiratkan warna lokal (Sunda)
yang kental. Kisah dunia ghaib, roh-roh yang menuntut balas jasa. Irama dan
dramatik yang penuh kejutan dan struktur lakon pun terjaga. Membaca catatan
gelap dari Arthur kita diberikan pondasi sebuah pandangan agar wawasan kita
semakin terbuka kembali.
Sobrat sendiri menceritakan seorang
lelaki yang ingin mengubah hidupnya dengan merantau ke sebrang pulau. Tetapi keinginannya
mengubah nasib di pertambangan tidaklah terwujud dengan baik. Lalu ia jatuh ke
sesuatu tempat dan bertemu dengan jin wanita yang sangat cantik. Selanjutnya jin
itu menawarkan keselamatan untuk kembali ke dunia kepada Sobrat dan kekayaan
yang melimpah dengan syarat Sobrat dapat kawin dengannya. Awalnya Sobrat tidak
mau tetapi karena ancaman menjadi Siluman jika ia tidak keluar dari alam ghaib
itu akhirnya ia pun mau. Setelah Sobrat kembali ke dunia manusia dan mendapat
keselamatan dan kekayaan yang berlimpah ia malah berkhianat dengan menikah
dengan wanita yang bernama Rosmina. Kemudian jin itu murka kepada Sobrat dan
akhirnya jin itu mengutuk Sobrat menjadi bisu dan tuli.
Dalam drama ini ada beberapa hal yang
menjadi inspirasi Arthur untuk menulis drama ini. Yang pertama, Gunung Pongkor yang
ada di Jawa Barat sebuah penambangan emas liar yang mengundang banyak orang
untuk berbondong-bondong datang ke tempat tersebut. Kedua, jaman seorang pembantu
Arthur yang bertemu dan kawin dengan jin yang menjadikan dia kaya dalam
ukurannya, setelah ia menikah dengan wanita pilihannya dia dianggap berkhianat
dan dikutuk menjadi bisu dan tuli karena melanggar perjanjian jin. Dua hal itu
menjadi pembahasan menarik dalam drama Sobrat ini.
Komentar
Posting Komentar