Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Angin dari Gunung" karya A. A Navis


Judul               : Angin dari Gunung
Pengarang       : A.A. Navis
Sinopsis           :

Pada cerpen Angin dari Gunung ini bertemakan tentang sebuah penyesalan di masa lampau terhadap suatu kejadian yang menyebabkan dirinya merasa tidak berguna lagi. Pada cerpen Angin dari Gunung Karya A.A. Navis ini menceritakan tentang patriot wanita yang berpegang teguh pada prinsipnya, berjiwa besar, dan rela mengorbankan dirinya, serta menyediakan waktunya untuk memberi semangat kepada para pada masa itu. Dia adalah Uni Nun. Cerita berlanjut pada kehidupan Uni Nun. Uni Nun mempunyai teman kecil, ia adalah Har. Pada suatu ketika mereka bertemu dan berbincang pada suatu tempat dimana tempat itu persis seperti tempat dimana mereka dulu pernah datangi pada masa kanak-kanak. Mereka saling bercerita mengenai kehidupan masing-masing. Pada suatu saat Uni Nun bertanya pada Har mengenai masa lalu mereka. Dulu Uni Nun adalah seorang patriot wanita yang cantik dan di kagumi oleh prajurit perang pada masa itu. Semuanya mau mati-matian bekerja berat dan mau berjuang membunuh musuh demi mendekati Uni Nun. Tapi itu dulu ketika keadaan Uni Nun masih dalam kondisi fisik yang sempurna. Tapi kini semuanya berubah sesaat setelah perang itu terjadi dan mengakibatkan jari-jari Uni Nun dan kedua tangannya buntung dan ia tak bisa merasakan kebahagiaan seperti dulu lagi. Uni Nun merasa ia sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa dengan keadaannya yang seperti itu. Dahulu ia yang selalu disanjung orang, tapi kini ia menjadi orang yang seolah di abaikan, dianggap tak berguna dan bahkan tak ada.
Cerpen ini memiliki daya tarik tersendiri dan kelebihan karena dapat mempengaruhi psikologis pembaca karena nilai yang terkandung dalam cerpen ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak seharusnya kita berlarut-larut untuk menyesali hal yang telah terjadi di masa lampau. Sehingga cerpen ini sangat layak untuk dibaca karena mengajarkan kita agar tidak terlalu larut menyesali hal yang ada di masa lalu dan menyambut hal yang akan datang dengan energi dan semangat yang positif.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Si Montok" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Robohnya Surau Kami" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Anak Kebanggaan" karya A. A Navis