Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Si Bangkak" Karya A. A Navis


Judul               : Si Bangkak
Pengarang       : A.A. Navis
Sinopsis           :

Cerpen “Si Bangkak” diawali dengan cerita seorang Mayor bernama Udin yang kehilangan istri disebabkan oleh tembakan si Bangkak ketika membersihkan pistol berpeluru. Pada akhir paragraf cerita semuanya tersibak. Kepala Desa mengatakan si Bangkak menembak istri Mayor bukan karena kesengajaan, tetapi memang ia sengaja menekan pelatuk. Setelah saya baca secara runtut ceritanya, Mayor Udin terlalu mempercayai Bangkak untuk memijat istrinya. Awalnya hanya kepala, namun kemudian berahli ke punggung. “Bagaimanapun pandirnya Si Bangkak, dia kan seorang laki-laki. Bukan anak kecil ingusan atau gaek jompo,” kata Kepala Desa. Saya suka dengan cerpen ini.
Cerpen ini mengajari kita untuk berhati-hati dalam menjalani hidup. Dan tidak menganggap remeh seseorang. Mungkin Mayor Udin terlalu menganggap remeh seorang Bangkak. Maka dari itu ia tidak terlalu khawatir. Secara keseluruhan cerpen ini sangat bagus untuk dibaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Si Montok" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Robohnya Surau Kami" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Anak Kebanggaan" karya A. A Navis