Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Zaim Penyair Yang ke Istana" Karya A. A Navis


Judul               : Zaim Penyair yang ke Istana
Pengarang       : A.A. Navis
Sinopsis           :
Cerpen ini menceritakan seorang Zaim penyair asal Madura yang mengikuti kongres di Jakarta. Di penginapan ia sekamar dengan Pak Dali. Ia ingin sekali menghadiri pembukaan kongres di Istana Presiden. Tetapi ia tak punya jas dan dasi. Zaim pun meminjam uang dengan Pak Dali. Sebenarnya Pak Dali tak punya jas, tetapi ia tak begitu berambisi seperti Zaim. Pak Dali meminjamkan uangnya.
Ternyata banyak seniman yang tidak bisa mengikuti acara itu karena tidak punya jas, sehingga dibolehkan memakai batik. Pak Dali dan yang lain pun bisa ke istana. Sedangkan di Istana ia tidak melihat si Zaim.Ketika hampir tengah malam, Zaim muncul dari pintu kamar hotel dengan wajah ceria ia berterimakasih kepada Pak Dali arena bantuannya ia bisa bertemu presiden.
Cerita ini membuka wawasan kita tentang seniman, bahwa banyak seniman yang terkenal, mempunyai karya yang bagus, tetapi belum diapresiasi dengan layak. Padahal ketika seseorang menulis, berapa banyak orang yang mendapatkan manfaat dari sebuah tulisan. Seniman perlu diapresiasi. Saya suka dengan cerita ini, seorang seniman yang tidak punya jas untuk ke istana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Si Montok" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Robohnya Surau Kami" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Anak Kebanggaan" karya A. A Navis