Jurnal Membaca : Resensi Novel "AKU" Karya Sjuman Djaya
Judul : AKU (Berdasarkan
Perjalanan Hidup dan Karya Penyair Chairil Anwar)
Penulis : Sjuman Djaya
Jumlah
halaman : 168 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Resensi :
Novel ini bukanlah buku biografi
Chairil Anwar melainkan skenario adegan-adegan film yang dibuat oleh Sjuman
Djaya yang isinya berdasarkan perjalanan hidup Chairil Anwar. Chairil Anwar
adalah sang binatang jalang yang merupakan pelopor sastra modern angkatan 45.
Puisinya yang terkenal antara lain yang berjudul Aku dan Karawang –
Bekasi . Dalam buku ini diceritakan bagaimana gambaran proses puisi-puisi
tercipta dan bagaimana kisah hidup seorang Chairil Anwar yang berkeinginan
menjadi seorang manusia yang bebas dan merdeka dari apapun, serta semangatnya untuk
hidup seribu tahun lagi.
Dari buku ini pembaca bisa
mengetahui betapa hebatnya seorang Chairil Anwar. Melalui karya-karyanya dapat
memberikan energi dan semangat kepada pembacanya. Dirinyaa juga mampu
mencairkan ketakutan rakyat Indonesia terhadap Jepang pada saat itu. Tak hanya
membahas puisi-puisinya saja, buku ini juga menceritakan gaya hidup Chairil
Anwar yang riang, bebas, berani, bahkan terkesan nyeleneh ketika menghadapi
orang-orang. Tentang masa kecil bersama nenek dan ibunya, masa muda dimana
dirinya sempat angkat senjata melawan penjajah, kisah cintanya, hingga dirinya
yang egois tidak mau dibawa ke rumah sakit saat TBC menggerogoti tubuhnya
hingga meninggal.
Penulisan skneario perjalanan hidup
Chairil Anwar ini benar-benar dikemas dan diringkas secara apik oleh Sjuman
Djaya. Berbagai emosi senang, sedih, marah, angkuh dapat dirasakan saat
membacanya. Memang benar-benar tidak perlu diragukan lagi karya yang satu ini sehingga buku ini sangat menarik dan cocok untuk dibaca.
Diantara semua karya yang dibuat oleh Sjuman Djaya, skenario “Aku” menjadi
salah satu karya terpenting Sjuman Djaya yang menempatkan dirinya di jajaran
para seniman besar Indonesia.
Komentar
Posting Komentar