Jurnal Membaca : Resensi Novel Catatan "Seorang Demonstran" Karya Soe Hook Gie
Judul buku :
Catatan Seorang Demonstran
Pengarang : Soe
Hok Gie
Penerbit :
LP3ES
Tebal Buku : 385 halaman
Dimensi :
15,5 x 23 cm
Cetakan :
ke-13 Desember 2013
ISBN :
978-979-3330-33-3
Sinopsis :
Mahasiswa merupakan golongan yang amat penting
dalam praktik suatu kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah. Golongan ini
memiliki peran besar disamping sebagai generasi muda penerus cita-cita juga
menjadi penyambung lidah rakyat kepada pemangku negara. Bahkan, kehidupan
sebagian mahasiswa tidak dilepaskan dari aksi demontransi tentang berbagai
kebijakan pemerintah terhadap rakyat. Suatu kebijakan yang telah disetujui
berguna dalam kesejahteraan rakyat ternyata dapat berbalik arah dan mengancam
kehidupan rakyat. Hal ini terbukti dari era pemerintahan di Indonesia tahun
1960-an yang dianggap membungkam suara para mahasiswa dalam menyoroti kinerja
pemerintahan yang permainan kotor sehingga menimbulkan pergejolakan di
kampus-kampus.
Soe Hok Gie (Gie) merupakan satu dari ribuan
mahasiswa yang berani menentang kebijakan pemerintah yang otoriter dan
mengutamakan kepentingan pribadi para pejabatnya. Gie menulis bukunya yang
berjudul “Catatan Seorang Demonstran” bahwa segala bentuk kegelisahan,
kekecewaan dan percintaan sedang dilalui dalam hidup penulis. Salah satu
petikan yang menarik adalah, “Kita, generasi kita ditugaskan untuk memberantas
generasi tua yang mengacau. Kitalah generasi yang akan memakmurkan Indonesia”.
Gie mengajak kawan-kawan mahasiswa untuk melakukan aksi turun jalan ketika
menemui suatu kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.
Buku “Catatan Seorang Demonstran” terdapat
delapan bagian yang terdiri dari Bagian I (Soe Hok Gie: Sang Demonstran),
bagian II (Masa Kecil) Bagian III (Di Ambang Remaja), Bagian IV (Lahirnya
Seorang Aktivis), Bagian V (catatan seorang demonstran), Bagian VI (Perjalanan
ke Amerika), Bagian VII (politik, pesta dan cinta), dan Bagian VIII (mencari
makna). Catatan Gie merupakan catatan kehidupan yang dialami sehari-hari, yang telah
memiliki pandangan kritis mengenai sejarah, kebudayaan manusia, politik negara,
dan keadaan sosial masyarakat. Gie berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi
rakyat dengan menyoroti revolusi 45 yang lebih berpihak kepada kalangan high
class. Keberaniannya dalam melakukan kritik terhadap Presiden Sukarno dan
menganggap beliau immoral. Kehidupan yang selalu dekat dengan kekhawatiran,
kesedihan, dan kekecewaan sangat terlihat dari catatan Gie berkaitan dengan
penyelewengan para wakil rakyat.
Gie adalah sosok intelektual muda yang memiliki
pemikiran luas dan selalu menjunjung nilai keadilan dan kejujuran. Dalam buku
tersebut menggambarkan Gie yang berani mengkritisi berbagai permainan politik
saat itu dan upaya menggugah gerakan mahasiswa. Namun, menariknya aksi Gie
selalu tidak termasuk dalam satu kesatuan aksi apa pun, bahkan Gie berdiri
menyuarakan aspirasinya secara independen.
Secara keseluruhan buku ini menggambarkan
tentang kehidupan si penulis saat ia masih remaja sampai dewasa. Secara tidak
langsung hal itu dapat menggambarkan keadaan Indonesia saat itu. Selain itu
buku ini membawa kita lebih dekat dengan seorang pemuda aktivis yang
berpengaruh pada zamannya. Buku karya Gie ini dapat membuka pikiran kita
tentang wajah pemerintahan Indonesia saat itu hingga kesatu-paduan mahasiswa
yang melakukan aksi yang jujur tanpa ada unsur politis didalamnya. Buku ini
menjadi salah satu karya yang wajib dibaca oleh para mahasiswa atau orang lain
yang mengatasnamakan dirinya sebagai aktivis namun kehilangan makna karena
unsur politis.
Komentar
Posting Komentar