Jurnal Membaca : Resensi Novel "Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1" Karya Pramoedya Ananta Toer
Judul : Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 1
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Hasta Mitra
Halaman : 426 Halaman
Resensi :
Nyanyi Sunyi Seorang Bisu sebenarnya
adalah berisi catatan-catatan Pram selama dirinya berada di Pulau Buru. Buku ini
bukan fiksi seperti mahakaryanya yang lain, tetapi buku ini berisi
tentangcurahan hatinya yang ingin dikeluarkan. Pram menulis bukan hanya tentang
keadaan di Pulau Buru, tentang mereka-mereka yang bernasib sama dengan dirinya,
tetapi juga menulis sebuah surat untuk anak-anaknya.
Buku ini benar-benar dapat
mengeluarkan rasa emosi sedih bagi pembacanya. Bukan hanya karena bahasanya
yang digunakan oleh Pram, tetapi gaya tulisannya juga membuat emosi pembaca
semakin mencuat-cuat. Secara spesifik novel Nyanyi Sunyi Seorang Bisu ini berisikan sebuah buku harian Pram selama di
Pulau Buru, catatan-catatan peristiwa, dan surat-surat yang tak pernah
terkirim. Bagi seorang anak tulisan Pram ini bukan hanya dapat mengaduk
nuraninya tetapi juga dapat mengaduk hatinya. Pembaca juga merasa ingin
menyumpah karena kesalnya dan ingin mengutuk keras perlakuan tidak adil. Seperti
orang bisu, nyanyian Pram disenandunngkan tanpa harapan lebih akan didengar
ataupun terdengar. Haknya sebagai manusia telah dilanggar, sehingga meulis
adalah pekerjaan untuk menjaga api tetap menyala dan menjaga kewarasannya.
Buku yang dikumpulkan dari
coretan-coretan Pram ini seperti juga karya-karyanya yang lain menunjukkan
ketajaman pikirannya. Mengingat keadaannya sebagai seorang tahanan politik dan
terbuang, Pram mampu menghasilkan karya yang sangat layak dan menarik untuk dibaca
oleh seluruh generasi bangsa.
Komentar
Posting Komentar