Jurnal Membaca : Resensi Novel "Rahvayana 2 : Ada yang Tiada" Karya Sujiwo Tejo
Judul : Rahvayana 2 : Ada yang Tiada
Penulis : Sujiwo Tejo
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Halaman : 296 Halaman
Resensi :
Seperti
pada blog sebelumnya, kali ini saya hendak meresensi novel yang merupakan
sekuel dari novel Rahvayana : Aku Lala Padamu yaitu novel Rahvayana :
Ada yang Tiada. Sekuel ini juga ditulis oleh Sujiwo Tejo. Seperti pada blog
sebelumnya, sebelum membahas isi novel ada baiknya kita mengenal biografi
Sujiwo Tejo sang penulis sekuel yang berjudul Rahvayana : Ada yang Tiada. Agus
Hadi Sudjiwo lahir di Jember, Jawa Timur pada tanggal 31 Agustus 1962. Beliau
lebih dikenal dengan panggilan Sujiwo Tejo, ia adalah seorang budayawan di
Indonesia. Ia pernah menduduki bangku perkuliahan di ITB pada prodi Teknik
Sipil, tetapi ia kemudian mundur untuk meneruskan karier di dunia seni yang
lebih diminatinya. Sebelum berkiprah menjadi pemusik, pelukis, penulis dan
dalang beliau sempat menjadi wartawan di harian Kompas selama 8 tahun. Dalam
aksinya sebagai dalang, dia suka melanggar pakem seperti Rahwana yang dibuatnya
menjadi baik, Pandawa yang dibuatnya tidak selalu benar, dan masih banyak
lainnya.
Novel
ini adalah kisah lanjutan atau sekuel dari novel Rahvayana : Aku Lala Padamu, novel
Rahvayana : Ada yang Tiada ini masih bercerita soal Rahwana yang tak
henti-hentinya mengagumi Sinta dan masih menulis surat-surat yang tentu saja
ditujukan untuk Sinta walau kadang Sinta tak langsung membalasnya. Dalam novel
ini juga diceritakan tentang bagaimana si Rama yang sudah mulai mengumpulkan
pasukan untuk merebut kembali Sinta.
Lagi
dan lagi novel ini dikemas dengan sangat apik
oleh Sujiwo Tejo karena di dalamnya masih menyajikan cerita dengan
posisi pelanggaran pakem seperti pada novel yag pertama, tetapi tetap saja tidak
mengurangi nilai keseniannya. Sehingga novel ini sangat menarik dan layak untuk
dibaca.
Komentar
Posting Komentar