Jurnal Membaca : Resensi Puisi "Pada Suatu Hari Nanti" Karya Sapardi Djoko Damono


Judul               : Pada Suatu Hari Nanti
Karya              : Sapardi Djoko Damono
Resensi            :
            Puisi ini ditulis Sapardi pada tahun 1989 ketika Indonesia sedang di masa orde baru yang dimana paradigma perjuangan untuk kemerdekaan sudah mulai menghilang dan Sapardi sejak kecil telah mnyaksikan dampak dari peperangan ditambah dengan dirinya pindah ke desa Komplang yang sepi membuatnya terinspirasi mengenai segala sesuatu yang dia sukai. Pada dasarnya tulisan ini mengandung harapan dan mimpi-mimpinya akan karya yang telah dia hasilkan.
            Secara garis besar puisi ini berisi tentang harapan-harapan dan keyakinan dari seorang penulis agar kenangan akan dirinya dan karya-karyanya tidak dilupakan oleh waktu dan tetap dibaca oleh semua orang. Sapardi bermaksud memberitahu bahwa pada akhirnya semua manusia akan meninggalkan dunia dan secara perlahan akan dilupakan oleh orang lain, tapi setidaknya bagi seorang penulis karya sastra mereka tetap dapat dikenang dan berada di dunia ini dengan karya-karya sastra yang mereka hasilkan.
            Ide utama dari penulisan puisi ini adalah harapan dan impian dari Sapardi agar dia tidak dilupakan oleh orang-orang ketika ia telah meninggalkan dunia. Dia juga berharap agar karya sastranya adalah media bagi dunia untuk mengenang dan mengenal dirinya sebagai seorang penulis yang berbakat. Tema dari puisi iini juga tentang harapan dan impian dimana harapan yang menjadi tema utama yang ditujukkan di dalam puisi ini karena setiap baitnya menunjukkan harapan untuk tidak dilupakan. Impian dari penulis di dalam puisi ini adalah agar dia tetap kekal di dunia dalam bentuk karya sastra yang dia hasilkan.
            Puisi ini adalah puisi yang inspiratif bagi para pembaca dan penulis, karena puisi ini memberikan makna mengenai semangat untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang dapat membuat manusia tetap dikenang dan diingat oleh orang-orang. Sehingga puisi ini sangat layak dan cocok untuk dibaca oleh para generasi muda.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Si Montok" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Robohnya Surau Kami" Karya A. A Navis

Jurnal Membaca : Resensi Cerpen "Anak Kebanggaan" karya A. A Navis