Jurnal Membaca : Resensi Puisi "Surat Kepada Bunda" Karya W. S Rendra
Judul : Surat Kepada Bunda
Karya
: W. S Rendra
Resensi :
Puisi yang ditulis Rendra dengan
judul “Surat Kepada Bunda” ini mengangkat tema restu dari seorang ibu. Ia
mengisahkan kehidupan seorang anak laki-laki yang telah menemukan jodohnya dan meminta
izin kepaada ibunya untuk menikahi kekasihnya itu serta agar ibunya juga dapat
menyayangi menantunya seperti ibunya saat menyayangi anaknya sendiri.
Di dalam puisi yang ditulis Rendra
lebih banyak menggunakan kata-kata yang sudah familier dan mudah dipahami oleh
pembaca. Selain itu diksi yang digunakan Rendra bermakna konotatif . misalnya
saat ia melukiskan kehidupannya dahulu dan berubah saat ia telah menemukan
jodohnya dengan kalimat “kapal yang berlayar yang telah berlabuh dan
ditambatkan”. Ia juga menuliskan dirinya sewaktu belum menemukan jodohnya
menggunakan kalimat “burung dara yang nakal”. Majas yang digunakan pada puisi
ini adalah majas personifikasi yang terdapat pada kalimat “Dan sepatu yang
berat serta nakal”, hiperbola terdapat pada kalimat “Ciuman abadi dari anak
lelakimu yang jauh”, perbandingan terdapat pada kalimat “Seseorang yang bagai
kau”, metafora yang terdapat pada kalimat “Dan berganti dengan sendal rumah”,
dan repetisi yang terdapat pada kalimat “Begitu kata alam, begitu kau mengerti”.
Makna yang terdapat pada puisi
adalah tentang seorang anak yang telah menemukan pujaan hatinya dan berusaha
mengungkapkan niat yang tulus kepada sang ibu agar bersedia untuk dapat
merestui dan menerima sang calon istri yang telah dipilih dan diidam-idamkannya
sejak lama. Amanat puisi ini juga menunjukkan bahwa kita harus selalu meminta restu
kepada ibu untuk melaksanakan segala sesuatu yang akan dilakukan apalagi
apabila hal tersebut bersifat sakral seperti halnya pernikahan.
Komentar
Posting Komentar